Foto: Pembukaan program strategis oleh Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana
BANJARNEGARA, WINews -- Komitmen percepatan pembangunan desa kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 yang resmi dibuka di Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Rabu (22/4/2026).
Pembukaan program strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, ditandai dengan upacara resmi, pemukulan gong, serta penyerahan program kerja TMMD kepada Dandim 0704/Banjarnegara, Letkol Inf Nodelismen Hulu.
Dalam sambutannya, Bupati Amalia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi dan budaya gotong royong masyarakat.
“TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam menggali potensi serta menyelesaikan berbagai persoalan di desa,” ujarnya.
Gotong Royong Jadi Kunci Ketahanan Desa
Bupati juga mengapresiasi kekompakan warga Kecamatan Pandanarum yang sebelumnya bahu-membahu menghadapi bencana tanah longsor. Menurutnya, semangat gotong royong tersebut menjadi modal sosial penting dalam membangun ketahanan daerah.
“Budaya gotong royong harus terus kita jaga dan kembangkan. Ini bukan hanya membantu meringankan beban sesama, tetapi juga memperkuat persatuan. Harapannya, Banjarnegara ke depan semakin aman, tenteram, dan terhindar dari berbagai bencana,” tambahnya.
Infrastruktur Jadi Prioritas, Dibangun Bertahap
Dalam kesempatan itu, Bupati Amalia juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah Banjarnegara, khususnya akses jalan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Wakil Bupati, Gus Wakhid Jumali, berkomitmen menuntaskan pembangunan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Semua membutuhkan proses, namun kami berkomitmen menyelesaikan berbagai kebutuhan pembangunan secara bertahap demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Rincian Program TMMD 2026
Sementara itu, Kepala Dispermades PPKB Banjarnegara, Hendro Cahyono, menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap II akan berlangsung selama satu bulan, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.
Adapun sasaran fisik yang menjadi prioritas antara lain:
Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.016 meter dengan lebar 3 meter yang menghubungkan Desa Lawen dan Desa Sirongge
Pembangunan dua talud untuk penguatan struktur tanah
Pendirian tiga pos keamanan lingkungan (poskamling)
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menyasar program nonfisik berupa:
Penyuluhan masyarakat di berbagai bidang
Peningkatan pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan
Kegiatan sosial seperti donor darah
“Program ini dirancang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat desa,” jelas Hendro. 
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa
Dengan adanya pembangunan akses jalan baru, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin lancar, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang usaha baru di wilayah pedesaan.
Program TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan desa, sekaligus memperkuat fondasi sosial masyarakat menuju Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera.Pewarta: Nursoleh



0 Komentar