Breaking News

AI SIAP



Pekalongan, WINews -- Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa di Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, resmi bergulir ke ranah hukum. Insiden yang terjadi pada dini hari itu kini tengah ditangani aparat Polres Pekalongan setelah laporan korban diterima secara resmi.

Berdasarkan dokumen Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STTLP), laporan tersebut tercatat pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 14.58 WIB. Korban diketahui bernama Lambok Ivan Jeppry Situmorang (20), yang berdomisili di wilayah Wonopringgo.

Dalam keterangannya, korban mengungkap kejadian bermula saat dirinya tengah bersantai di sebuah angkringan bersama sang kakak pada Minggu, 23 November 2025 sekitar pukul 01.00 WIB. Situasi berubah setelah kakaknya meninggalkan lokasi lebih dulu.

Tak berselang lama, korban dihampiri seorang pria yang menuding dirinya meminjam pisau milik seseorang. Tuduhan tersebut diduga berkaitan dengan rekannya bernama Janus yang saat itu tidak berada di tempat. Meski telah membantah, pelaku justru tersulut emosi.

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung melakukan kekerasan dengan menjedotkan kepala ke wajah korban hingga mengenai hidung. Aksi tersebut kemudian memicu keterlibatan pelaku lain yang ikut melakukan pemukulan secara bersama-sama.

Korban menjadi sasaran pengeroyokan dengan pukulan yang mengarah ke bagian kepala dan tubuh. Dalam kondisi terdesak, korban berusaha melarikan diri ke arah jalan raya. Namun, ia kembali dikejar, dipiting, dan ditarik paksa menuju lokasi awal kejadian.



Beruntung, korban berhasil melepaskan diri dan segera menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami sejumlah luka fisik, di antaranya luka lecet pada lutut, memar di tangan kanan, nyeri pada kaki, sakit di bagian punggung dan dada, serta mengalami pusing hingga muntah.

Kasus ini diduga mengarah pada tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam KUHP, dengan motif sementara akibat kesalahpahaman terkait kepemilikan barang. Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengidentifikasi para pelaku yang diduga lebih dari satu orang.

Hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa kejadian terjadi di ruang publik yang menjadi tempat berkumpul sejumlah pemuda. Selain itu, dugaan adanya konsumsi minuman beralkohol sebelum insiden turut menjadi perhatian.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan, mengingat maraknya konflik antar kelompok pemuda yang dipicu persoalan sepele namun berujung kekerasan serius.

Media akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menggali informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian, saksi, serta kuasa hukum korban. Pewarta: Taufik Hidayat

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close