
BANJARNEGARA, WINews - Upaya memperkuat tata kelola koperasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM). Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan bagi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang menjadi fondasi penting menuju koperasi modern, transparan, dan berdaya saing.
Sebanyak 135 peserta mengikuti pelatihan ini yang dibagi dalam tiga batch, masing-masing diikuti 45 peserta. Program ini dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung penyusunan laporan keuangan sederhana hingga aplikatif.
Pada batch ketiga yang digelar Senin (20/4/2026) di Gedung PLUT Banjarnegara, para pengurus khususnya bendahara KDKMP dibekali keterampilan teknis dalam mengelola administrasi keuangan secara profesional, transparan, dan sesuai standar akuntansi dasar.
Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Kepala BPPKAD Banjarnegara Aditya Agus Satria, M.Ec.Dev., serta Inspektur Banjarnegara Drs. Agung Yusianto, M.Si., yang turut memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta.

Integritas Jadi Fondasi Utama Koperasi
Kepala Disperindagkop UKM Banjarnegara, Drs. Adi Cahyono, P.S., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh modal usaha, tetapi juga oleh integritas dan akuntabilitas para pengurusnya.“Pengurus harus bekerja keras, transparan, dan bertanggung jawab dalam setiap pengelolaan usaha maupun penyusunan laporan keuangan. Kepercayaan anggota hanya bisa dibangun dengan pengelolaan yang jujur dan profesional,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung pembentukan 278 KDKMP di Banjarnegara. Saat ini, dari total 445 koperasi yang telah berdiri, tercatat 173 koperasi masih aktif, dengan 140 di antaranya dalam kondisi sehat, sementara sekitar 30 koperasi aktif namun belum sehat.
Data tersebut menjadi indikator penting bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan keuangan, masih sangat dibutuhkan.

Penguatan Pengawasan dan Tanggung Jawab
Inspektur Banjarnegara, Agung Yusianto, menekankan bahwa posisi pengurus koperasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas tinggi.“Jabatan pengurus koperasi adalah amanah. Jalankan dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Jika integritas dijaga, koperasi akan tumbuh kuat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala BPPKAD Banjarnegara, Aditya Agus Satria, yang menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi pengurus koperasi. Ia mendorong para peserta untuk tidak ragu belajar dan memahami laporan keuangan secara menyeluruh.
“Pengurus koperasi harus mau belajar membaca dan menyusun laporan keuangan. Tanggung jawabnya memang besar, tapi jangan takut. Selama ada kemauan, pasti ada kemudahan,” ungkapnya.
Peran Strategis Bendahara Koperasi
Sementara itu, narasumber dari Dekopinda Banjarnegara, Sri Wijayanti Natalia Ningrum, menekankan bahwa bendahara memiliki peran strategis sebagai pengelola utama keuangan koperasi.“Bendahara harus mampu menyusun laporan keuangan yang akurat, baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk pertanggungjawaban kepada anggota,” jelasnya.
Dorong Koperasi Naik Kelas
Melalui pelatihan ini, Pemkab Banjarnegara berharap Koperasi Merah Putih tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas. Pengelolaan keuangan yang baik dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong koperasi naik kelas, meningkatkan kepercayaan anggota, serta memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.Dengan peningkatan kapasitas SDM dan tata kelola yang akuntabel, koperasi di Banjarnegara diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di masa depan.
Pewarta: Wawan Guritno
0 Komentar