Sikap tanggap dan gotong royong ini diambil demi membuka kembali urat nadi perekonomian dan mobilitas warga yang sempat lumpuh total akibat tertimbun tanah dan rusaknya infrastruktur jembatan penghubung.
Keterbatasan Anggaran dan Ikhtiar Pemerintah Desa
Saat ditemui awak media di Kantor Balai Desa Petuguran pada Rabu (20/5), Sekretaris Desa (Sekdes) Petuguran, Singgih, tidak menampik adanya tantangan besar yang dihadapi pihak desa, terutama terkait anggaran pemulihan yang minim. Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah Pemdes untuk mencari jalan keluar terbaik.
"Kami sedang berupaya keras mencari solusi dan mengetuk pintu berbagai pihak agar kerusakan jalan dan jembatan ini bisa segera diatasi. Ini urusan hajat hidup orang banyak," ujar Singgih di sela-sela kegiatannya.
lLangkah taktis Pemdes Petuguran mulai menemui titik terang. Kebetulan pada hari yang sama, tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Banjarnegara juga tampak hadir di Balai Desa setelah rampung melakukan survei teknis langsung di lokasi bencana. Kehadiran tim ahli ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi penanganan penataan lereng yang aman agar longsor susulan tidak kembali terjadi.Prioritas Jalur Darurat Kemanusiaan
Untuk saat ini, berkat kerja keras gotong royong warga, jalur tersebut baru bisa dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua. Kendati demikian, Singgih menaruh harapan besar agar jalur utama Dusun Jombok bisa secepatnya pulih total dan dapat dilalui kendaraan roda empat.
Harapan ini bukan tanpa alasan. Akses mobil sangat krusial jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat kemanusiaan atau medis yang membutuhkan penanganan cepat.
"Harapan kami jalan ini bisa kembali normal seperti sedia kala. Kasihan warga kalau ada kondisi darurat, misalnya ada ibu yang mau melahirkan, atau warga sakit yang harus segera dirujuk. Kendaraan roda empat harus bisa lewat demi keselamatan warga kami," pungkas Singgih dengan nada penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, warga bersama relawan masih terus memantau kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi pergerakan tanah susulan, sembari menanti langkah penanganan infrastruktur lebih lanjut dari dinas terkait.
Pewarta Wawan Guritno

1 Komentar
Semoga cepat teratasi dan bisa pulih seprti biasa untuk beraktivitas
BalasHapus