BENGKULU UTARA, WINews - Upaya pencegahan stunting terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui peran aktif Tim Penggerak PKK. Pokja IV TP PKK Kabupaten Bengkulu Utara yang diketuai Yenti Fisniarsih menggelar penyuluhan penguatan program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) di Desa Talang Curup, Kecamatan Kerkap, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 12.00 WIB di aula desa tersebut diikuti para kader PKK desa, perangkat desa, ibu hamil, hingga masyarakat setempat sebagai bagian dari edukasi peningkatan kualitas gizi keluarga dan pencegahan stunting sejak dini.
Acara turut dihadiri Camat Kerkap Ramdani Halian, SH beserta istri, Penjabat Kepala Desa Talang Curup Juliazhari, S.IP beserta istri, perangkat desa, serta jajaran anggota Pokja IV TP PKK Kabupaten Bengkulu Utara.
Fokus Tingkatkan Kesadaran Gizi Keluarga
Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Bengkulu Utara, Yenti Fisniarsih, menjelaskan bahwa penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pola makan sehat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan keluarga yang memiliki risiko stunting.
Menurutnya, keberhasilan program penanganan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan kader PKK di tingkat desa.
“Penyuluhan ini bertujuan menekan angka stunting, khususnya di Kecamatan Kerkap. Kami berharap ibu-ibu PKK tingkat desa selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan TP PKK kabupaten agar tujuan ini dapat tercapai sesuai harapan pemerintah pusat maupun daerah,” ujar Yenti Fisniarsih.
Ia menegaskan, program DASHAT menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui edukasi pola konsumsi makanan bergizi.
Edukasi Pengolahan Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil dan Bayi
Dalam kegiatan tersebut, Pokja IV juga memberikan pemaparan terkait peningkatan kualitas makanan bergizi serta cara pengolahan makanan sehat yang tepat bagi ibu hamil dan bayi.
Materi yang disampaikan meliputi pemenuhan kebutuhan protein, vitamin, dan nutrisi penting lainnya untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah risiko gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi edukasi karena materi yang diberikan dinilai sangat bermanfaat dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain teori, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan makanan, pola asuh sehat, serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai menu bergizi keluarga.
Peran PKK Dinilai Strategis dalam Pencegahan Stunting
Program penyuluhan DASHAT ini menjadi bagian dari komitmen TP PKK Kabupaten Bengkulu Utara dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting.
Melalui keterlibatan kader PKK hingga tingkat desa, pemerintah berharap edukasi kesehatan dan gizi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
Stunting sendiri masih menjadi salah satu isu kesehatan nasional yang membutuhkan perhatian serius karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan otak, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, kader PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kegiatan penyuluhan berlangsung lancar, aman, dan penuh antusiasme hingga selesai pada pukul 12.00 WIB.
Dengan adanya edukasi berkelanjutan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi keluarga semakin meningkat sehingga angka stunting di Kabupaten Bengkulu Utara dapat terus ditekan.
Pewarta: Yusi Hasan



0 Komentar