Breaking News

Audio Reader
Speed:

Atasi Ancaman Erosi dan Longsor, PUPR Jawa Tengah Perkuat Tebing Sungai di Bawah Jembatan Ciomas Gandrungmangu




CILACAP, WINews - (18 Juni 2026) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memperkuat infrastruktur strategis guna menjaga keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi antarwilayah. Salah satu langkah konkret yang kini dilakukan adalah penanganan erosi di bawah Jembatan Ciomas, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap.

Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sidarja, pekerjaan  pondasi talud dan pemasangan bronjong mulai dilaksanakan di wilayah perbatasan Desa Weringinharjo dan Desa Karanganyar. Proyek ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus perlindungan terhadap jalur transportasi vital yang menghubungkan sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

Infrastruktur Strategis yang Menopang Mobilitas Ekonomi

Lokasi pekerjaan berada tepat di bawah Jembatan Ciomas, Dusun Pengampiran, Desa Karanganyar. Kawasan tersebut merupakan titik penting pada jalur provinsi yang juga terhubung dengan jaringan jalan nasional menuju Karangpucung, Sidareja, Bandung, hingga Jakarta.

Selama beberapa tahun terakhir, aliran sungai di bawah jembatan menyebabkan pengikisan tebing yang cukup signifikan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi mengancam stabilitas konstruksi jembatan dan keselamatan pengguna jalan.

Pembangunan pondasi talud baru dipadukan dengan pemasangan bronjong batu dipilih sebagai solusi teknis untuk memperkuat struktur tebing, menahan gerusan air, serta mengurangi risiko longsor pada musim hujan maupun saat debit sungai meningkat.

Langkah Preventif Mengurangi Risiko Bencana

Penanganan dini terhadap erosi menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Selain melindungi aset negara berupa jalan dan jembatan, proyek ini juga bertujuan mengurangi potensi gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Jalur Gandrungmangu–Sidareja dikenal sebagai salah satu lintasan utama kendaraan logistik, angkutan hasil pertanian, perdagangan, serta mobilitas warga sehari-hari. Kerusakan pada salah satu titik di jalur tersebut dapat berdampak luas terhadap distribusi barang dan jasa di wilayah selatan Jawa Tengah.

Dengan adanya perkuatan tebing sungai, pemerintah berharap stabilitas konstruksi jembatan dapat terjaga dalam jangka panjang sehingga akses transportasi tetap aman dan lancar.

Warga Sambut Positif Pekerjaan Perkuatan Tebing

Pelaksanaan proyek mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Warga menilai pekerjaan tersebut sangat dibutuhkan mengingat kondisi tebing sungai yang terus mengalami pengikisan akibat arus air.

"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pekerjaan ini. Pengguna jalan, terutama kendaraan bertonase besar dan masyarakat yang setiap hari melintas, tentu akan lebih nyaman dan merasa aman karena risiko longsor mulai ditangani," ujar salah seorang warga di lokasi pekerjaan.

Menurut warga, keberadaan Jembatan Ciomas memiliki peran penting sebagai akses utama yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di kawasan Gandrungmangu dan sekitarnya.

Komitmen Menjaga Keamanan Infrastruktur Publik

Pihak pelaksana proyek menyatakan bahwa pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar hasilnya mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Saya bersyukur mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek ini. Selain menjadi bentuk pengabdian, pekerjaan ini juga merupakan dukungan terhadap program UPT Sidarja serta Dinas PUPR Kabupaten dan Provinsi dalam menjaga keamanan infrastruktur yang sangat penting bagi masyarakat," ungkap perwakilan pelaksana saat ditemui wartawan.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar teknis konstruksi guna memastikan struktur perkuatan mampu bertahan menghadapi tekanan arus sungai dalam jangka panjang.

Diharapkan Rampung Tepat Waktu

Pemerintah berharap proyek pembangunan pondasi talud dan pemasangan bronjong di bawah Jembatan Ciomas dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian, manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus lalu lintas pada jalur strategis penghubung Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas infrastruktur publik, mengurangi risiko bencana, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembangunan yang berkelanjutan.

 Laporan: Marjuki Wiono 

Editor: Nursoleh

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close