Breaking News

Audio Reader
Speed:

BUMDes Mekar Jaya Punggelan Sukses Kembangkan Usaha Ayam Petelur, Produksi Capai 93 Kg Telur per Hari

Foto : Kepala Desa punggelan Tofiq Hidayat 

BANJARNEGARA, WINews - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Jaya, Desa Punggelan, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, menunjukkan perkembangan yang sangat positif melalui program budidaya ayam petelur yang kini menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi desa.

Saat ini, BUMDes Mekar Jaya mengelola sekitar 1.700 ekor ayam petelur yang seluruhnya telah memasuki masa produktif. Dari usaha tersebut, BUMDes mampu menghasilkan sekitar 93 kilogram telur setiap hari, sebuah capaian yang dinilai membanggakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Punggelan, Tofik Hidayat, yang menilai pengelolaan BUMDes di bawah kepemimpinan Direktur BUMDes Mekarja Jaya, Putut Subiyakto, berjalan efektif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

Menurut Tofik Hidayat, perkembangan usaha ayam petelur tersebut membuktikan bahwa dana desa yang dikelola melalui BUMDes dapat menjadi instrumen produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional.

"Kami sangat mengapresiasi kinerja Direktur BUMDes Mekar Jaya, Bapak Putut Subiyakto, yang berhasil mengembangkan usaha budidaya ayam petelur hingga mencapai hasil yang sangat baik. Ini menjadi bukti bahwa BUMDes mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa," ujarnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Mekar Jaya, Putut Subiyakto, saat dikonfirmasi awak media WINews menjelaskan bahwa sejak dirinya dipercaya mengelola BUMDes, fokus utama yang dilakukan adalah membangun tata kelola usaha yang sehat, produktif, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, setelah saya mengelola BUMDes Mekar Jaya, usaha ini bisa berkembang dengan baik dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Punggelan khususnya," tuturnya.

Tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, Putut juga menerapkan program sosial dengan menjual telur kepada warga desa dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

"Kami menjual telur kepada masyarakat dengan harga di bawah pasaran. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya membantu warga memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau," jelasnya.

Program Berbagi untuk Warga

Ke depan, BUMDes Mekar Jaya telah menyiapkan berbagai program pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah program berbagi ternak burung tekukur kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan ekonomi keluarga.

"Harapan saya ke depan, ketika usaha ini semakin berkembang, kami sudah memprogramkan untuk berbagi burung tekukur kepada masyarakat agar manfaat keberadaan BUMDes semakin luas dirasakan warga," tambah Putut.

Warga Apresiasi Transparansi Pengelolaan BUMDes

Keberhasilan BUMDes Mekar Jaya juga mendapatkan respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga Desa Punggelan, Dian, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Punggelan yang dinilai berhasil mengembangkan BUMDes menjadi lembaga usaha yang produktif dan bermanfaat.

Menurutnya, kepemimpinan Putut Subiyakto sebagai Direktur BUMDes memberikan warna baru dalam pengelolaan usaha desa yang lebih profesional, transparan, dan terbuka kepada masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Punggelan karena berhasil mengembangkan BUMDes Mekarja Jaya dengan baik. Apalagi sekarang dikelola oleh Pak Putut Subiyakto yang sangat baik, transparan, dan terbuka kepada masyarakat," ungkap Dian.

Menjadi Contoh Kemandirian Ekonomi Desa

Keberhasilan budidaya ayam petelur yang dijalankan BUMDes Mekar Jaya menjadi contoh nyata bagaimana potensi desa dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang menghasilkan keuntungan sekaligus memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Dengan produksi telur yang stabil, manajemen yang transparan, serta komitmen untuk terus berbagi manfaat kepada warga, BUMDes Mekar Jaya Desa Punggelan berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi desa yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Pewarta: Nursoleh

Editor: WINews

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close