CILACAP, WINews - Upaya pemerintah dalam mengurangi risiko banjir dan melindungi kawasan pertanian serta permukiman warga terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang berkelanjutan. Salah satu proyek strategis yang saat ini tengah berjalan adalah pekerjaan pengendalian banjir dan perbaikan pesisir di aliran Sungai Cikunang beserta anak sungainya yang berada di wilayah Desa Sidasari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.
Program yang dibiayai melalui Tahun Anggaran 2025 tersebut menjadi salah satu langkah penting Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam mengatasi persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi ancaman bagi masyarakat setempat, terutama saat musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi.
Infrastruktur Pengendalian Banjir Jadi Prioritas
Berdasarkan hasil pantauan WINews di lokasi pekerjaan pada Jumat (12/6/2026), proses pembangunan berlangsung dengan menerapkan standar teknis dan keselamatan kerja yang ketat. Seluruh pekerja terlihat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap sebagai bagian dari komitmen pelaksana terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Selain memperhatikan keselamatan pekerja, kualitas material juga menjadi fokus utama dalam proyek ini. Batu gunung pilihan yang berasal dari kawasan Ciwuni digunakan sebagai material utama pembangunan tanggul dan talud karena memiliki karakteristik kuat, padat, dan tahan terhadap tekanan arus air dalam jangka panjang.
Pemilihan material berkualitas tinggi tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap potensi erosi tebing sungai serta luapan air yang kerap terjadi saat debit sungai meningkat.
Normalisasi Sungai Sepanjang 4,28 Kilometer
Mengacu pada papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan mencakup normalisasi alur Sungai Cikunang sepanjang kurang lebih 4,28 kilometer, pembangunan tanggul pengaman, serta penguatan struktur pesisir sungai.
Seluruh pekerjaan dirancang berdasarkan hasil survei lapangan, analisis hidrologi, identifikasi permasalahan, dan perhitungan teknis yang dilakukan secara komprehensif oleh tim perencana.
Dalam kajian proyek disebutkan bahwa sejumlah faktor menjadi penyebab utama terjadinya banjir di wilayah tersebut, antara lain pendangkalan alur sungai akibat sedimentasi, erosi tebing sungai, serta penyempitan badan sungai yang terjadi secara alami maupun akibat perubahan kondisi lingkungan.
Kondisi tersebut selama ini menyebabkan aliran air tidak dapat mengalir secara optimal sehingga memicu genangan yang berdampak pada lahan pertanian, akses jalan, hingga permukiman warga.
Kepala Desa: Penantian Panjang Akhirnya Terjawab
Kepala Desa Sidasari, Mundirin, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan yang telah lama diusulkan oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Menurutnya, proyek ini merupakan jawaban atas harapan warga yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman banjir saat musim penghujan tiba.
"Alhamdulillah, perjuangan kami sekian lama akhirnya dijawab. Pengajuan bantuan yang ditunggu-tunggu selama bertahun-tahun kini turun juga, dan pembangunan talud serta tanggul pengaman ini akhirnya dapat dilaksanakan," ungkap Mundirin.
Ia berharap keberadaan infrastruktur pengendalian banjir tersebut mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi.

Warga Mulai Merasa Lebih Tenang
Antusiasme juga datang dari masyarakat setempat yang selama ini merasakan langsung dampak luapan Sungai Cikunang ketika hujan deras melanda kawasan Cipari dan sekitarnya.
Ari, salah satu tokoh masyarakat Desa Sidasari, mengatakan bahwa pembangunan tanggul dan normalisasi sungai memberikan harapan baru bagi warga.
Menurutnya, masyarakat kini mulai merasa lebih tenang karena pemerintah telah mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan yang selama ini menjadi kekhawatiran bersama.
"Kami tidak lagi merasa was-was ketika musim hujan tiba. Dengan tanggul yang diperkuat menggunakan batu berkualitas dan dikerjakan secara tertib oleh tim yang penuh semangat, kami berharap tidak ada lagi genangan air yang merusak sawah dan rumah warga," ujarnya.
Bagi masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian, keberhasilan proyek ini juga diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian dari ancaman kerusakan akibat banjir.
Pekerjaan Diawasi dan Didokumentasikan Secara Berkala
Pihak pelaksana menjelaskan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan unsur pelaksana, konsultan pengawas, hingga instansi terkait guna memastikan mutu pekerjaan tetap terjaga.
Dokumentasi perkembangan proyek juga terus dilakukan sebagai bagian dari sistem pengendalian mutu dan bentuk transparansi pelaksanaan kegiatan pembangunan.
Dengan pengawasan yang ketat tersebut, proyek diharapkan dapat selesai tepat waktu serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Dorong Ketahanan Infrastruktur dan Perekonomian Warga
Pembangunan pengendalian banjir Sungai Cikunang tidak hanya berorientasi pada pengurangan risiko bencana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan infrastruktur daerah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketika ancaman banjir dapat diminimalkan, berbagai sektor seperti pertanian, perdagangan, transportasi, dan aktivitas sosial masyarakat akan berjalan lebih stabil dan produktif.
Masyarakat Desa Sidasari berharap proyek ini menjadi solusi permanen yang mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.
Pewarta : Rifal, Aldi Katir,
Penulis: Marjuki Wiyono
Editor: Nur Soleh)

0 Komentar