Foto : Ustadz Edi Mufidun, S.Pd.I Guru SMA Negri 1 Wanadadi
WINews, Banjarnegara - Memasuki bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Kajian Rutin Sabtu Sore yang diselenggarakan Takmir Masjid Raudlotul Huda, Dusun Cikura, Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, pada Sabtu (13/06/2026).
Kajian yang dihadiri jamaah dari berbagai kalangan tersebut menghadirkan Ustadz Edi Mufidun, S.Pd.I, seorang pendidik agama Islam di SMA Negeri 1 Wanadadi sekaligus alumnus UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan Asmaul Husna, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang mengupas keutamaan bulan Muharram dan amalan-amalan yang dianjurkan bagi umat Islam.
Muharram, Bulan Mulia yang Dimuliakan Allah SWT
Dalam tausiyahnya, Ustadz Edi Mufidun menjelaskan bahwa Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT. Penjelasan tersebut merujuk pada kitab I’anah al-Thalibin Juz II halaman 267, yang menyebut Muharram sebagai Asyhurillah al-Hurum atau bulan-bulan suci yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam.
Menurutnya, bulan Muharram menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
"Pada bulan Muharram sangat dianjurkan memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa tanggal 9 Muharram (Tasu’a) dan 10 Muharram (Asyura) sebagaimana dianjurkan Rasulullah SAW," jelasnya di hadapan jamaah.
Hari Asyura dan Sejarah Besar Para Nabi
Ustadz Edi juga menjelaskan bahwa tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perjalanan para nabi.
Sejumlah peristiwa besar yang diyakini terjadi pada hari tersebut antara lain diterimanya taubat Nabi Adam AS, diangkatnya Nabi Idris AS ke tempat yang tinggi, keselamatan Nabi Nuh AS beserta umatnya dari banjir besar, serta keselamatan Nabi Ibrahim AS dari kobaran api Raja Namrud.
Selain itu, pada hari Asyura juga dikisahkan Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara, Nabi Ayub AS disembuhkan dari penyakit berat yang dideritanya, dan Nabi Yunus AS diselamatkan dari perut ikan setelah memanjatkan doa dan taubat kepada Allah SWT.
Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bersabar menghadapi ujian kehidupan.
Keutamaan Puasa Asyura
Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Asyura. Dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa puasa pada tanggal 10 Muharram dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu.
Para ulama juga menjelaskan bahwa puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dan telah dijalankan oleh para nabi sebelum diutusnya Rasulullah SAW.
Karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan hari Asyura dengan berbagai bentuk ibadah dan amal kebajikan.
12 Amalan Utama yang Dianjurkan pada Hari Asyura
Dalam kajiannya, Ustadz Edi Mufidun memaparkan sejumlah amalan yang dianjurkan oleh para ulama untuk dilakukan pada Hari Asyura sebagai bentuk pengagungan terhadap salah satu hari istimewa dalam kalender Islam.
Adapun amalan-amalan tersebut meliputi:
1. Melaksanakan Shalat Sunnah
Memperbanyak shalat sunnah mutlak sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
2. Menjalankan Puasa Asyura
Puasa tanggal 10 Muharram yang memiliki keutamaan penghapusan dosa setahun yang lalu.
3. Menjalin Silaturahim
Mempererat hubungan keluarga, kerabat, dan sesama muslim sebagai sarana memperpanjang keberkahan hidup.
4. Memperbanyak Sedekah
Memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial dan amal kebajikan.
5. Mandi dan Bersuci
Menjaga kebersihan lahir dan batin sebagai simbol penyucian diri dalam menyambut keberkahan hari Asyura.
6. Memakai Celak
Amalan yang disebutkan dalam sejumlah literatur klasik sebagai bentuk menjaga kesehatan mata.
7. Berziarah kepada Ulama dan Orang Saleh
Mengunjungi tokoh agama dan orang-orang berilmu untuk memperoleh nasihat serta keberkahan ilmu.
8. Menjenguk Orang Sakit
Menumbuhkan empati dan kepedulian sosial kepada sesama yang sedang mengalami ujian kesehatan.
9. Menyayangi Anak Yatim
Mengusap kepala anak yatim, memberikan perhatian dan bantuan sebagai bentuk kasih sayang yang sangat dianjurkan dalam Islam.
10. Memberikan Nafkah Lebih kepada Keluarga
Memuliakan keluarga dengan berbagi rezeki dan kebahagiaan pada hari yang penuh keberkahan.
11. Memotong Kuku dan Menjaga Kebersihan Diri
Sebagai bagian dari sunnah fitrah yang mencerminkan kebersihan dan kesucian.
12. Memperbanyak Membaca Surat Al-Ikhlas
Menghidupkan hari Asyura dengan dzikir dan bacaan Al-Qur’an sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Momentum Muharram untuk Introspeksi dan Meningkatkan Ketakwaan
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak menjadikan bulan Muharram sebagai momentum hijrah spiritual, memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Takmir Masjid Raudlotul Huda berharap kegiatan kajian rutin semacam ini dapat terus menjadi sarana pendidikan keagamaan bagi masyarakat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekitar.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan Doa Kafaratul Majelis yang dipimpin oleh pemateri dan diikuti seluruh jamaah dengan penuh khidmat.
Pewarta: Wawan Guritno

0 Komentar