Cilacap, WINews - (14 Juni 2026) Di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, masih ada sosok-sosok inspiratif yang rela mengorbankan tenaga, waktu, dan kenyamanan demi masa depan pangan bangsa. Salah satunya adalah Budi Hartanto, putra daerah asal Kabupaten Cilacap yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menghidupkan kembali lahan pertanian terlantar di Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut.
Minggu (14/6/2026) pagi, saat sebagian masyarakat menikmati hari libur, Budi Hartanto bersama sejumlah rekannya justru memilih turun langsung ke lapangan. Berbekal parang, semangat gotong royong, dan tekad yang kuat, mereka membersihkan semak belukar yang selama bertahun-tahun menutupi lahan pertanian potensial seluas sekitar 1,5 hektare.
Menghidupkan Kembali Lahan Produktif untuk Ketahanan Pangan
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut bukan sekadar aksi pembersihan lahan biasa. Bagi Budi dan rekan-rekannya, langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.
Lahan yang sebelumnya tertutup rumput liar setinggi hampir tiga meter itu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi area pertanian produktif. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dan mendukung program pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Cilacap.
Budi Hartanto sendiri bukanlah sosok asing di kalangan masyarakat. Lahir di Dusun Bulurja, Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari pada tahun 1979, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga petani yang mengajarkan pentingnya kerja keras, kejujuran, dan kecintaan terhadap tanah pertanian.
Prinsip hidup yang selalu ia pegang adalah:
"Dari petani, oleh petani, dan untuk kemajuan pertanian."
Filosofi sederhana tersebut menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdiannya kepada masyarakat.
Lima Orang, Satu Semangat Besar
Meski hanya melibatkan lima orang, semangat yang mereka tunjukkan layaknya pasukan besar yang sedang berjuang demi tujuan mulia.
Tim tersebut terdiri dari:
- Budi Hartanto
- Kepala Dusun Priyogo
- Pak Tohit
- Ketua RW setempat
- Mas Jumadi dari Perumpung Cipari
Tanpa memandang jabatan maupun status sosial, mereka bekerja berdampingan membersihkan lahan yang penuh tantangan. Medan yang tidak rata, licin, dan tertutup semak lebat menjadi ujian tersendiri selama proses pembersihan berlangsung.
Salah satu insiden sempat terjadi ketika Kepala Dusun Priyogo terpeleset dan terjatuh saat bekerja. Namun semangat pengabdian yang tinggi membuatnya segera bangkit dan kembali melanjutkan pekerjaan bersama rekan-rekannya.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan membangun sektor pertanian memang membutuhkan ketangguhan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah.
Kesederhanaan yang Menginspirasi
Tidak ada fasilitas mewah dalam kegiatan tersebut. Bekal yang dibawa hanya berupa makanan ringan dan air putih untuk mengusir dahaga di bawah teriknya matahari.
Namun justru dari kesederhanaan itulah lahir ketulusan yang menginspirasi. Tidak terdengar keluhan maupun rasa lelah yang berlebihan. Yang ada hanyalah semangat untuk menyelesaikan pekerjaan demi mewujudkan lahan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sejak pagi hingga sore hari, mereka terus bekerja membersihkan area demi area tanpa mengenal lelah. Tepat pukul 17.00 WIB, seluruh proses pembersihan berhasil diselesaikan dan lahan yang sebelumnya tertutup semak kini kembali terbuka untuk dimanfaatkan.
Pengabdian Melalui Organisasi dan Kehidupan Sosial
Selain aktif di sektor pertanian, Budi Hartanto juga dikenal sebagai anggota Organisasi Massa Pemuda Pancasila yang telah mengabdi selama lima tahun di lingkungan Peropos Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kabupaten Cilacap.
Baginya, organisasi merupakan sarana untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat, membantu sesama, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.
Reputasinya sebagai pribadi yang mudah membantu dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial membuat namanya cukup dikenal di lingkungan masyarakat Cilacap.
Sosok Kepala Keluarga yang Bertanggung Jawab
Di balik aktivitas sosial dan pengabdiannya di bidang pertanian, Budi juga merupakan kepala keluarga yang penuh tanggung jawab.
Ia dikaruniai dua orang anak. Anak pertamanya telah menyelesaikan pendidikan dan kini bekerja secara mandiri di bidang perbengkelan kendaraan bermotor. Sementara putri keduanya saat ini masih menempuh pendidikan di kelas III SMK Budi Utomo.
Bagi Budi, keluarga menjadi sumber motivasi utama dalam menjalani kehidupan dan terus berjuang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Komitmen untuk Terus Mengabdi
Saat ditemui usai kegiatan, Budi menyampaikan rasa syukurnya atas kesehatan dan kesempatan yang masih diberikan Allah SWT.
"Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kesehatan, kekuatan, dan rezeki yang cukup hingga saat ini. Saya akan terus berjuang dan mengabdikan diri untuk kemajuan pertanian, aktif dalam organisasi, membesarkan keluarga dengan sebaik-baiknya, serta berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," ungkap Budi Hartanto.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Apa yang dilakukan Budi Hartanto dan rekan-rekannya membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Ketika banyak orang menunggu bantuan atau program besar datang, mereka memilih bergerak terlebih dahulu dengan kemampuan yang dimiliki.
Semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kecintaan terhadap sektor pertanian menjadi contoh nyata yang patut diteladani, khususnya oleh generasi muda.
Revitalisasi lahan terlantar seperti yang dilakukan di Desa Ujung Gagak tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.
Dengan semakin banyaknya individu yang memiliki semangat pengabdian seperti Budi Hartanto, masa depan pertanian Indonesia diyakini akan semakin kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Laporan: Marjuki Wiyono
Editor: Nursoleh
WINews Mengabarkan Fakta, Menginspirasi Bangsa:




0 Komentar