Breaking News

Audio Reader
Speed:

Hj Chamdiyatun Mukorinah Pimpin Muslimat NU Purbalingga 2026–2031, 18 PAC Resmi Dilantik



PURBALINGGA, WINews - Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purbalingga menetapkan Hj Chamdiyatun Mukorinah sebagai ketua dan Hj Lilik Zubaidah sebagai sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Purbalingga masa khidmat 2026–2031. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Purbalingga.

Konfercab sekaligus pelantikan pengurus tersebut berlangsung pada Sabtu (10/10/2026), di Aula Indragiri, Hotel Owabong, Purbalingga, Jawa Tengah. Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperluas kontribusi Muslimat NU dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.

Terpilihnya kepengurusan baru di tingkat cabang diharapkan mampu membawa semangat pembaruan dalam menjalankan program organisasi selama lima tahun ke depan. Sementara itu, pelantikan 18 PAC menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan agar program kerja dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau masyarakat secara luas.

Kemenag Dorong Penguatan Peran Muslimat NU

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga serta unsur terkait. Kehadiran perwakilan Kemenag menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam mendukung kehidupan beragama yang harmonis.

Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Sudiono, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, menyampaikan harapan agar kepengurusan Muslimat NU yang baru dapat semakin memperkuat kontribusi organisasi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Menurut Sudiono, konferensi dan pelantikan bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan juga momentum untuk mempertegas komitmen organisasi dalam menjalankan pengabdian kepada umat.

Ia berharap Muslimat NU, baik di tingkat cabang maupun anak cabang, semakin aktif dalam pemberdayaan perempuan, pembinaan keluarga, pendidikan keagamaan, serta pemeliharaan kerukunan antarumat beragama.

Peran tersebut dinilai penting karena perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan keluarga, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta membentuk karakter generasi muda sejak dini.

Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga Jadi Perhatian

Sebagai organisasi perempuan di lingkungan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU memiliki ruang pengabdian yang luas, mulai dari kegiatan keagamaan, pendidikan keluarga, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Kepengurusan PC Muslimat NU Purbalingga periode 2026–2031 diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kader dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak. Melalui koordinasi yang baik antara pengurus cabang dan 18 PAC, program organisasi diharapkan dapat disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Penguatan kapasitas perempuan juga memiliki arti penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Perempuan yang memperoleh akses terhadap pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan kegiatan sosial produktif berpeluang memberikan kontribusi lebih besar bagi lingkungan sekitarnya.

Di sisi lain, pembinaan keluarga dan pendidikan keagamaan dapat menjadi fondasi untuk menanamkan nilai toleransi, kepedulian sosial, serta tanggung jawab kepada generasi muda.

Karena itu, keberhasilan kepengurusan baru tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan organisasi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat melalui program-program yang berkelanjutan.

Sinergi Organisasi Keagamaan dan Pemerintah

Sudiono menegaskan pentingnya kesinambungan kerja sama antara Kementerian Agama dan organisasi keagamaan agar berbagai program yang dijalankan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan kehidupan beragama, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial, serta mendukung terciptanya suasana yang rukun dan harmonis di Kabupaten Purbalingga.

Kolaborasi yang berkelanjutan juga membuka peluang bagi organisasi keagamaan untuk mengambil peran lebih luas dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama terkait pendidikan keagamaan, penguatan keluarga, dan pemberdayaan perempuan.

“Sinergi yang berkelanjutan antara Kementerian Agama dan organisasi keagamaan diharapkan mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya kehidupan beragama yang harmonis di Kabupaten Purbalingga,” pungkas Sudiono.

Kepengurusan Baru Diharapkan Perkuat Pengabdian

Dengan terpilihnya Hj Chamdiyatun Mukorinah sebagai ketua dan Hj Lilik Zubaidah sebagai sekretaris PC Muslimat NU Purbalingga periode 2026–2031, serta dilantiknya 18 PAC Muslimat NU, organisasi ini diharapkan semakin solid dalam menjalankan agenda pengabdian.

Konsolidasi kepengurusan, penguatan kader, dan kerja sama lintas sektor menjadi elemen penting untuk memastikan program organisasi berjalan secara konsisten dan tepat sasaran.

Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan manfaat dari kiprah Muslimat NU melalui kegiatan yang memperkuat nilai keagamaan, meningkatkan kepedulian sosial, mendukung ketahanan keluarga, dan mendorong pemberdayaan perempuan di Kabupaten Purbalingga.

Konfercab ini sekaligus menjadi awal perjalanan kepengurusan baru untuk menerjemahkan amanah organisasi menjadi program kerja yang terukur, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi umat.

Pewarta: Sokim

Editor: Redaksi WINews

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close