Banjarnegara, wartaindonesianews.co.id. --30 Desember 2025, Pukul 13.00-16.30, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Dipayudha Banjarnegara memperingati Hari.
Lahir (Harlah) ke-2 dengan menggelar diskusi terbuka bertema “Keberlanjutan Ekologis?: Antara.
Krisis Ekologi dan Kepentingan Ekonomi”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Majelis Taklim AlBarokah, Sokanandi, dan diikuti oleh sekitar 50 peserta dari unsur anggota, kader, pengurus PMII, serta.
perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banjarnegara.
Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan.
Lingkungan Hidup (DPKLH) Kabupaten Banjarnegara, Ibu Herrina Indri Astuti, S.Pt., M.Si., serta.
Sahabat Dafiqul Fariq, Aktivis Perpustakaan Rakjat Dieng. Kegiatan dipandu oleh moderator.
Sahabat Eko Wendiawan, S.Kom., dengan suasana diskusi yang berlangsung dinamis dan partisipatif.
Ketua PMII Komisariat Dipayudha Banjarnegara, Sahabat Aziz Viqrotul Aulia, dalam sambutannya.
menyampaikan bahwa peringatan harlah kedua ini menjadi momentum reflektif bagi kader PMII untuk.
meneguhkan peran intelektual dan sosial dalam merespons persoalan ekologis yang semakin kompleks.
Ia menegaskan bahwa PMII harus hadir sebagai kekuatan kritis yang mampu menjembatani wacana, akademik dengan gerakan nyata di masyarakat.
Dalam pemaparannya, Kepala DPKLH Banjarnegara menekankan pentingnya keterlibatan generasi.
muda, khususnya mahasiswa, dalam isu lingkungan hidup. Menurutnya, krisis ekologi yang terjadi saat.
ini tidak dapat dilepaskan dari dominasi logika ekonomi yang kerap mengabaikan aspek keberlanjutan.
Ia mendorong kader PMII untuk berkontribusi aktif melalui edukasi, advokasi, dan kolaborasi lintas, sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Sahabat Dafiqul Fariq menyampaikan bahwa momentum harlah seharusnya menjadi.
pengingat kolektif tentang relasi manusia dengan alam. Ia menegaskan bahwa isu ekologis tidak cukup.
dipahami sebagai wacana diskursif semata, melainkan harus diikuti dengan aksi nyata yang berdampak.
Menurutnya, ruang diskusi seperti ini merupakan titik awal bagi kader PMII untuk membangun gerakan, keadilan ekologis yang berkelanjutan.
Diskusi ini secara khusus mengangkat tujuan utama, yaitu “Krisis Ekologis Banjarnegara:
Membongkar Dominasi Logika Ekonomi dan Membangun Gerakan Keadilan Ekologis”. Peserta terlibat.
aktif dalam sesi tanya jawab yang berlangsung secara kritis dan konstruktif.
Sebagai penutup rangkaian acara inti, dilakukan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Kepala.
DPKLH Banjarnegara yang diserahkan kepada Ketua PMII Komisariat Dipayudha Banjarnegara,
dilanjutkan dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan dua tahun PMII Komisariat.
Dipayudha. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, khidmat, serta mendapat sambutan hangat dari peserta dan undangan.
Pewarta: Sri Nuraini






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams