Sulawesi Selatan, wartaindonesianews.co.id. --Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan melaksanakan pembangunan jembatan darurat di Dusun Pakka, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Selasa (13/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya akses transportasi yang aman dan layak.
Pembangunan dilakukan menyusul rusaknya jembatan sebelumnya yang tidak lagi dapat digunakan dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Wadanyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Yermia William, S.E., M.M., mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk respon cepat Brimob terhadap kesulitan masyarakat di wilayah tersebut.
Pembangunan jembatan melibatkan 20 personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel dan didukung 10 personel Satsabhara Polres Barru.
Para personel bergotong royong membersihkan puing-puing jembatan lama, menggali lubang tiang, serta membuat rangka cakar ayam sebagai pondasi tiang jembatan.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas dedikasi personel Brimob yang terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Sulsel menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Jembatan darurat ini diharapkan dapat dimanfaatkan sementara oleh warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, khususnya akses pendidikan dan mobilitas masyarakat, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen,” ujar Kombes Pol. Didik.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan jembatan tersebut sepenuhnya menggunakan anggaran swadaya personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel.
Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup, keselamatan, serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Pewarta: saifuddin gassing






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams