Cerita Lucu di Balik Acer A314 yang Ogah Install Ulang
Menghadapi laptop yang tidak mau diinstal ulang itu rasanya mirip ngobrol sama orang keras kepala. Kita sudah sabar, sudah benar, tapi tetap saja jawabannya: tidak bisa.
Itulah yang terjadi pada sebuah Acer Aspire A314. Laptop ini tampak sehat, menyala normal, USB installer terbaca jelas, bahkan sudah diset sebagai prioritas boot. Tapi begitu dinyalakan ulang, yang terjadi cuma satu: balik lagi ke sistem lama, seolah USB itu tidak pernah ada.
Bukan Rusak. Bukan Juga Flashdisk Abal-abal.
Masalahnya cuma satu, dan letaknya kecil sekali: Secure Boot.
Di menu BIOS, Secure Boot terlihat aktif dan berwarna abu-abu. Tidak bisa disentuh, tidak bisa diubah. Bagi sebagian orang, ini terlihat seperti error. Padahal bagi yang sering ngoprek laptop Acer, ini adalah “kode halus” dari sistem: belum dikasih izin.
Acer punya kebiasaan unik. Untuk mematikan Secure Boot, pengguna wajib membuat Supervisor Password terlebih dahulu. Tanpa itu, opsi Secure Boot akan tetap aktif, diam-diam menolak semua installer dari USB.
Begitu Supervisor Password disetel, barulah warna abu-abu itu berubah. Secure Boot bisa dimatikan. USB installer yang tadinya ditolak tanpa alasan, kini diterima dengan sopan. Tekan F12, pilih UEFI USB, dan proses instalasi berjalan mulus.
Laptop yang sebelumnya terkesan bandel, mendadak nurut.
Dari Sini Satu Pelajaran Sederhana Muncul:
Tidak semua masalah teknologi butuh ganti komponen. Kadang cukup dipahami karakternya.
Di bengkel kecil, di depan layar BIOS berwarna biru pucat, sebuah laptop kembali hidup. Bukan karena trik aneh-aneh, tapi karena diperlakukan sesuai aturannya. Teknologi memang dingin, tapi cara menghadapinya tetap butuh rasa.
Dan seperti biasa, yang paling melelahkan bukan mesinnya, tapi emosi kita sendiri.
Ditulis oleh: ARCava
Warta Indonesia News



Luar biasa mantf ini pendidikan buat masa depan
BalasHapus