![]() |
| Prabowo Nominasi Keponakan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI |
Jakarta, Warta Indonesia News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mengajukan nama keponakannya, Thomas Djiwandono, sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Nominasi ini memicu perhatian pasar dan kekhawatiran investor terkait independensi bank sentral, di tengah ambisi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029.
Informasi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi pada Senin (19/1/2026), menyusul pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung sebelum masa jabatannya berakhir pada 2027.
Rupiah Melemah, Pasar Bereaksi
Di hari yang sama, nilai tukar rupiah tercatat melemah dan menyentuh level terendah dalam sembilan bulan terhadap dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kombinasi ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat, melebarnya defisit fiskal Indonesia, serta kabar nominasi pejabat bank sentral tersebut.
Investor menilai, target pertumbuhan ekonomi agresif Presiden Prabowo berpotensi memberi tekanan pada kebijakan moneter independen Bank Indonesia.
Tiga Nama Diajukan ke DPR
Selain Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan, pemerintah juga mengajukan dua nama lain, yakni Solikin Juhro dan Dicky Kartikoyono, yang berasal dari internal Bank Indonesia. Ketiganya telah diserahkan ke DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan bahwa Thomas Djiwandono merupakan figur yang layak.
“Tommy Djiwandono memiliki kompetensi akademik, pengalaman birokrasi, dan pribadi yang rendah hati. Ia sosok yang pantas menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia,” ujar Misbakhun.
Pemerintah Tegaskan BI Tetap Independen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa masuknya Thomas Djiwandono ke jajaran BI tidak akan mengganggu independensi bank sentral. Ia menyebut perpindahan Juda Agung ke Kementerian Keuangan sebagai bentuk penyelarasan kebijakan, bukan intervensi.
“Ada anggapan bahwa karena Thomas masuk BI maka independensinya hilang. Saya tidak setuju,” tegas Purbaya.
Ia juga memastikan bahwa kebijakan fiskal dan moneter akan tetap dijalankan secara profesional, meskipun disinkronkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Indonesia Tetap Fokus Stabilitas
Dalam pernyataan resminya, Bank Indonesia mengonfirmasi bahwa Juda Agung mengajukan pengunduran diri pada 13 Januari 2026. BI menegaskan akan tetap fokus menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem keuangan demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Bank Indonesia dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur selama dua hari mulai Selasa, dengan mayoritas analis memperkirakan suku bunga acuan tetap dipertahankan.
Sorotan Publik dan DPR
Langkah nominasi ini terjadi di saat DPR tengah membahas Rancangan Undang-Undang yang memperkuat peran Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Setiap anggota Dewan Gubernur BI memiliki hak suara dalam penentuan suku bunga dan arah kebijakan moneter.
Para analis menilai, keputusan BI ke depan akan menjadi indikator penting kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan independensi kebijakan ekonomi Indonesia di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.



Bagus informasi nya
BalasHapus