Breaking News

AI READY

Gunung Situmpeng: Keindahan yang Menyimpan Mitos dan Pesan Leluhur Desa Danakerta

Oleh: Redaksi WINews

Banjarnegara, WINews - Di balik hamparan hijau dan udara sejuk Desa Danakerta, berdiri sebuah bukit yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya cerita. Gunung Situmpeng bukan sekadar bentang alam ia adalah ruang imajinasi, warisan tutur, dan simbol yang hidup dalam kesadaran masyarakat setempat.

Bagi warga Danakerta, Gunung Situmpeng bukan hanya tanah yang menjulang. Ia adalah penjaga desa.

Gunung yang Diyakini “Ngayomi”


Salah satu mitos yang berkembang menyebutkan bahwa Gunung Situmpeng adalah “gunung pengayom”. Konon, selama masyarakat hidup rukun dan menjaga adat, desa akan terhindar dari mara bahaya. Namun jika nilai kebersamaan luntur, alam akan memberi pertanda entah melalui cuaca yang tak biasa atau kejadian-kejadian ganjil.

Kepercayaan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menjadi pengingat moral. Gunung dijadikan simbol keseimbangan antara manusia dan alam.

Cahaya Misterius di Malam Hari


Sebagian warga sepuh pernah berkisah tentang cahaya samar yang terlihat di lereng gunung pada malam tertentu. Cahaya itu diyakini sebagai “tanda” atau kehadiran makhluk halus penjaga wilayah.

Secara rasional, fenomena itu bisa saja berasal dari pantulan cahaya atau aktivitas manusia. Namun dalam tradisi lisan, kisah tersebut diwariskan sebagai bagian dari identitas lokal. Cerita-cerita seperti inilah yang memperkaya imajinasi kolektif masyarakat desa.

Tempat Bertapa dan Mencari Ketenangan


Mitos lain menyebutkan bahwa Gunung Situmpeng dahulu menjadi tempat orang-orang tertentu menyepi untuk mencari petunjuk hidup. Di beberapa titik yang dianggap sakral, warga masih menjaga sopan santun ketika melintas tidak berkata kasar, tidak bersikap sembarangan.

Terlepas dari benar atau tidaknya, nilai yang terkandung jelas: hormat kepada alam.

Mitos sebagai Warisan Budaya


Dalam perspektif budaya, mitos bukan berarti kebohongan. Ia adalah cara leluhur menyampaikan pesan melalui simbol dan cerita. Gunung Situmpeng menjadi media pendidikan moral tanpa harus melalui buku pelajaran.

Sayangnya, di era digital, cerita seperti ini perlahan memudar. Anak-anak muda lebih mengenal kisah viral dibandingkan sejarah dan mitos kampung sendiri.

Padahal, di situlah letak kekayaan identitas.

Keindahan yang Perlu Dijaga

Terlepas dari sisi mistisnya, Gunung Situmpeng tetaplah anugerah alam yang memikat. Pagi hari dengan kabut tipisnya, sore dengan siluet jingga matahari, hingga malam yang hening semuanya menghadirkan rasa teduh.

Mitos boleh berkembang, tetapi pesan utamanya tetap sama: menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai kebersamaan.

Gunung Situmpeng bukan sekadar tempat.
Ia adalah cerita.
Ia adalah ingatan.
Dan bagi Desa Danakerta, ia adalah bagian dari jati diri.

Pewarta: Daryoko

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close