
PURBALINGGA, wartaindonesianews.co.id – Akses ekonomi warga Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, turut terpuruk akibat bencana banjir bandang dan longsor. Salah satu dampak yang dirasakan adalah ratusan hektare lahan pertanian warga yang terendam dan tertimbun material banjir, serta terputusnya akses jalan akibat sejumlah jembatan yang hanyut tersapu banjir pada Sabtu (24/1/2026) lalu.
Kondisi ekonomi warga yang terdampak banjir tersebut diungkapkan oleh Suwito, warga Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Menurutnya, lahan pertanian sayur miliknya dan beberapa warga lainnya mengalami gagal panen. Bahkan, hasil panen yang masih bisa diselamatkan mengalami keterlambatan pemasaran dan sebagian membusuk, Minggu (8/2/2026).

“Sekitar 150 hektare lahan pertanian warga Dusun Gunung Malang sempat terendam banjir. Ada tanaman yang hanyut, sehingga kami mengalami gagal panen. Kalaupun bisa panen, kualitasnya buruk karena sempat terendam banjir. Hasil panen juga terkendala pemasaran karena beberapa jembatan putus akibat banjir,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, TNI AD melalui Kodim 0702/Purbalingga bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga segera melakukan langkah penanganan. Sebanyak dua jembatan Bailey telah selesai dibangun di Sungai Sempalan dan Sungai Gesor. Saat ini, pembangunan jembatan Armco juga mulai dilakukan di Sungai Baros, Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, guna mempercepat pemulihan ekonomi warga pascabencana.

Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Sulistyo, saat dikonfirmasi menuturkan bahwa sebagian besar warga di wilayah binaannya menggantungkan hidup sebagai petani. Oleh karena itu, bencana banjir yang melanda turut berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat.
“Sebagian besar warga kami menggantungkan hidupnya sebagai petani. Akibat banjir, lahan pertanian terendam air dan lumpur, sehingga banyak yang gagal panen atau hasil panennya menurun. Selain itu, terdapat setidaknya 11 titik jembatan yang rusak akibat banjir,” jelasnya.

Sebagai upaya mendukung percepatan pemulihan ekonomi, Danramil 09/Karangreja menambahkan bahwa pembangunan jembatan Armco saat ini dilakukan secara bertahap.
“Jembatan sebagai penunjang akses ekonomi dan mobilitas warga sedang kami bangun secara bertahap. Saat ini, bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga, kami tengah membangun jembatan jenis Armco di Sungai Baros, Dusun Gunung Malang, Desa Serang. Proses pembangunannya relatif lebih cepat. Harapannya, ekonomi dan mobilitas warga dapat segera pulih,” pungkasnya.
Pewarta: Nurs


Terus maju dan melangkah WINS
BalasHapusSiap Terima kasih
BalasHapus