
TANGERANGwartaindonesianews.co.id Suasana di depan Mapolres Metro Tangerang Kota mendadak berubah menjadi lautan hijau-loreng pada Sabtu (7/2/2026). Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser turun ke jalan melakukan aksi long march besar-besaran.
Bukan tanpa alasan, aksi heroik ini dilakukan untuk menuntut keadilan atas kasus dugaan penganiayaan yang menimpa salah satu kader terbaik mereka. Fokus utama massa hanya satu: Tangkap dan bui Habib Bahar bin Smith!
Kronologi Aksi: Sholawat di Tengah Orasi Panas
Sambil membentangkan spanduk dan poster tuntutan, massa bergerak dengan pengawalan ketat kepolisian. Menariknya, di tengah orasi yang menggebu-gebu, lantunan sholawat dan lagu kebangsaan GP Ansor terus bergema, menciptakan atmosfer yang emosional namun tetap terkendali.Setibanya di depan Mapolres, massa sempat menutup sebagian ruas jalan, menandakan keseriusan tuntutan mereka terhadap hukum di Indonesia.
Akar Masalah: Kasus Penganiayaan Kader Banser
Kasus ini sebenarnya merupakan buntut panjang dari peristiwa yang terjadi pada 21 September 2025 lalu di wilayah Cipondoh. Korban yang diketahui bernama Rida, seorang kader Banser, diduga menjadi korban pengeroyokan brutal.
Foto diambil dri google
Pihak GP Ansor menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur sebelum keadilan ditegakkan secara transparan.
"Kami meminta kepolisian bertindak tegas terhadap 10 orang yang terlibat, termasuk otak di balik kejadian ini," tegas perwakilan massa dalam orasinya.
Habib Bahar bin Smith Jadi Sorotan Utama
Nama Habib Bahar bin Smith kembali menjadi perbincangan hangat setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, Rifqi Al Mubarok, bersama Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang, Midyani, memimpin langsung aksi ini untuk memastikan kepolisian tidak "masuk angin" dalam menangani kasus tersebut.Tuntutan Utama Massa GP Ansor:
Penangkapan Segera: Mendesak polisi segera menahan Habib Bahar bin Smith.
Ketegasan Hukum: Menangkap 10 orang lainnya yang diduga terlibat pengeroyokan.
Keadilan untuk Rida: Memastikan korban mendapatkan hak hukum sepenuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Mapolres Tangerang Kota masih dijaga ketat oleh aparat. Meski massa membludak, aksi tetap berjalan kondusif di bawah pengawasan ketat kepolisian.
Bagaimana pendapat Anda mengenai aksi massa GP Ansor ini? Apakah kepolisian akan segera melakukan penahanan? Tulis komentar Anda di bawah.
Pewarta: TeamRed


Tidak ada komentar:
Posting Komentar