
Winews-Suara takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang syahdu, memecah kesunyian pagi di kawasan Plakaran, Sambong, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara. Alunan indah memuji kebesaran Allah SWT ini laksana oase rohani, membawa kedamaian dan kesejukan di hati setiap insan yang mendengarnya. Pada tanggal 20 Maret 2026, Tanah Lapang Plakaran menjadi saksi bisu kesatuan hati ribuan Muslimin dan Muslimah yang berkumpul untuk menunaikan Salat Idul Fitri, menandai kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan.
ANTUSIASME DAN RONA KEBAHAGIAAN
Fajar baru saja menyingsing, namun suasana di Tanah Lapang Plakaran sudah tampak hidup. Gelombang jemaah berdatangan dari berbagai penjuru Sambongkrajan dan sekitarnya. Wajah-wajah mereka memancarkan rona kebahagiaan yang tulus, sebuah ekspresi syukur yang tak terhingga atas kesempatan untuk kembali merayakan hari kemenangan.
Tua muda, pria wanita, semua berbondong-bondong menuju garis-garis saf yang telah rapi terhampar. Pakaian terbaik dan wewangian yang merebak menambah kekhusyukan suasana pagi itu. Gema takbir yang bersahut-sahutan semakin menggetarkan jiwa, mempertegas rasa persaudaraan dan kebersamaan di antara sesama Muslim.
KESIAPSIAGAAN PANITIA DAN KELANCARAN ACARA
Keberhasilan penyelenggaraan Salat Idul Fitri di Plakaran tak lepas dari peran penting panitia jemaah Sambongkrajan. Dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, mereka telah melakukan persiapan matang jauh-jauh hari sebelumnya, baik dari segi fisik maupun mental. Kesiapsiagaan panitia terlihat dari pengaturan saf yang tertib, penyediaan fasilitas yang memadai, serta koordinasi yang baik dengan pihak terkait.
Kelancaran lalu lintas di sekitar area Tanah Lapang Plakaran juga menjadi bukti keseriusan panitia dalam memastikan kenyamanan jemaah. Petugas keamanan dan relawan tampak sigap mengatur arus kendaraan, sehingga tidak terjadi kemacetan yang berarti. Hal ini menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi di tengah masyarakat Sambongkrajan.
KHIDMATNYA SALAT IED DAN WEJANGAN KHOTBAH
Salat Idul Fitri di Plakaran dipimpin oleh Kiai Mustofa, seorang ulama yang dikenal fasih dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Bacaan Kiai Mustofa yang merdu dan penuh penghayatan semakin menambah kekhusyukan jemaah dalam beribadah. Setiap sujud dan rukuk menjadi momen refleksi diri dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
Setelah Salat Ied, acara dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan oleh Kiai Teguh Pujianto. Dalam khotbahnya, Kiai Teguh Pujianto mengangkat tema tentang keutamaan bulan Ramadan. Beliau mengingatkan jemaah akan pentingnya mempertahankan semangat ibadah dan ketakwaan yang telah terbina selama bulan suci tersebut.
Kiai Teguh Pujianto juga menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Beliau mengajak jemaah untuk saling memaafkan dan menjauhi segala bentuk perpecahan. Pesan-pesan damai dan menyejukkan yang disampaikan Kiai Teguh Pujianto disambut hangat oleh jemaah, menciptakan suasana harmonis dan penuh persaudaraan.
PENUTUP
Penyelenggaraan Salat Idul Fitri di Plakaran Sambong Punggelan menjadi momentum penting bagi umat Islam di wilayah tersebut untuk memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan dan kedamaian yang terpancar dalam perayaan Idul Fitri di Plakaran diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi semua pihak.
Gema takbir yang berkumandang di Plakaran bukan hanya sebuah ritual tahunan, melainkan sebuah simfoni kemenangan iman, persatuan, dan kedamaian. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bertakwa, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadan dan mempertemukan kita kembali dengan bulan suci tersebut di tahun-tahun mendatang.
Pewarta (WG)
0 Komentar