BANJARNEGARA, WINews - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Paripurna penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025.
Agenda ini menjadi momen strategis untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten sepanjang tahun berjalan.
Rapat yang berlangsung khidmat di ruang paripurna dipimpin Ketua DPRD Slamet SM dan dihadiri 29 anggota dewan, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat Pemkab Banjarnegara.
Dalam pemaparannya, Bupati Amalia Desiana menyampaikan sejumlah capaian positif selama 2025. Salah satu yang menonjol adalah penurunan angka kemiskinan sebesar 1,43 persen menjadi 13,78 persen.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi daerah juga menunjukkan tren menguat menjadi 5,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya 5,11 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun telah masuk kategori “tinggi”, disertai penurunan prevalensi stunting yang menjadi indikator penting kualitas generasi mendatang.

Di sektor tata kelola, reformasi birokrasi mencatat peningkatan indeks menjadi 86,9 atau naik 3,01 poin. Sementara realisasi pendapatan daerah mencapai 98,39 persen dari target Rp2,29 triliun.
“Capaian ini menunjukkan tren positif berkat sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif,” ujar Bupati Amalia.
Meski demikian, perhatian serius diberikan pada isu kebencanaan. Pemerintah daerah menargetkan percepatan relokasi warga terdampak bencana sebagai prioritas utama pada anggaran perubahan 2026.
Saat ini, sedikitnya 64 rumah di wilayah Pagedongan dan Pagentan membutuhkan relokasi segera karena kondisi yang tidak lagi layak huni.

“Capaian ini menunjukkan tren positif berkat sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif,” ujar Bupati Amalia.
Meski demikian, perhatian serius diberikan pada isu kebencanaan. Pemerintah daerah menargetkan percepatan relokasi warga terdampak bencana sebagai prioritas utama pada anggaran perubahan 2026.
Saat ini, sedikitnya 64 rumah di wilayah Pagedongan dan Pagentan membutuhkan relokasi segera karena kondisi yang tidak lagi layak huni.

“Kami berharap dukungan DPRD agar pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Ketua DPRD Slamet SM menegaskan bahwa LKPJ tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui Panitia Khusus (Pansus) untuk menghasilkan rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah.
Suasana rapat yang berlangsung usai momentum Idul Fitri 1447 H turut diwarnai nuansa kebersamaan dan saling memaafkan antar pimpinan daerah.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal baru untuk membangun Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Pewarta: Wawan Guritno
Ketua DPRD Slamet SM menegaskan bahwa LKPJ tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui Panitia Khusus (Pansus) untuk menghasilkan rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah.
Suasana rapat yang berlangsung usai momentum Idul Fitri 1447 H turut diwarnai nuansa kebersamaan dan saling memaafkan antar pimpinan daerah.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal baru untuk membangun Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Pewarta: Wawan Guritno

0 Komentar