Breaking News

AI READY

Prof Sutan Nasomal Ingatkan Presiden Soal Wacana Konversi 120 Juta Motor ke Listrik

JAKARTA – Wacana pemerintah untuk mengalihkan sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, PhD, yang mengimbau agar Presiden mendapatkan masukan komprehensif dari para ahli teknik mesin dan otomotif sebelum mengambil kebijakan besar tersebut.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, langkah konversi massal kendaraan ke motor listrik perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan kerugian besar bagi negara maupun masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan sejumlah redaksi media cetak dan online di kantornya, Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kawasan Cijantung, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ia menilai, kebijakan peralihan dari motor berbahan bakar BBM ke motor listrik harus mempertimbangkan berbagai faktor teknis, termasuk kondisi infrastruktur, daya listrik nasional, serta karakteristik geografis Indonesia.

“Presiden harus mendapatkan edukasi dari tim ahli motor listrik dan teknik mesin agar kebijakan yang diambil benar-benar matang dan tidak merugikan negara maupun masyarakat,” ujar Sutan Nasomal.

Ia juga menyoroti sejumlah kendala yang menurutnya masih menjadi tantangan bagi kendaraan listrik, di antaranya keterbatasan jarak tempuh, waktu pengisian daya baterai yang relatif lama, serta ketersediaan infrastruktur pengisian listrik yang belum merata di berbagai daerah.

Selain itu, ia menilai kondisi geografis Indonesia yang banyak memiliki jalur perbukitan dan pegunungan juga perlu menjadi pertimbangan dalam penerapan kendaraan listrik secara luas.

Prof. Sutan Nasomal juga menekankan pentingnya perlindungan konsumen apabila kebijakan kendaraan listrik diterapkan secara masif. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan jaminan bahwa teknologi yang digunakan benar-benar aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas di Indonesia.

Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu melibatkan para pakar teknologi kendaraan, akademisi, serta pelaku industri otomotif dalam memberikan kajian komprehensif sebelum kebijakan konversi kendaraan dilakukan secara besar-besaran.

“Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang dirugikan karena kebijakan yang belum siap dari sisi teknologi, infrastruktur, maupun kemampuan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sebagai pemerhati otomotif, Sutan Nasomal berharap pemerintah dapat mempertimbangkan secara matang setiap kebijakan terkait transisi energi di sektor transportasi, sehingga tetap memberikan manfaat bagi masyarakat luas tanpa menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.

Pewarta: Red

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close