
Foto : Kepala Puskesmas Karangmoncol Sutrisno, S.Kep. NS. MM
Purbalingga, WINews – Menjelang dan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri, Puskesmas Karangmoncol memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan maksimal dengan membuka layanan siaga selama 24 jam.
Namun demikian, menurutnya kondisi tersebut biasanya berubah setelah Hari Raya Idul Fitri. Pihaknya memperkirakan jumlah pasien akan kembali meningkat seiring dengan aktivitas masyarakat yang padat selama momentum Lebaran.
“Biasanya setelah Idul Fitri jumlah pasien meningkat. Hal ini sering terjadi karena masyarakat mengalami kelelahan setelah banyak aktivitas dan juga kurang istirahat,” jelasnya.
Selain itu, Sutrisno juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap sejumlah penyakit yang sering muncul pasca Lebaran, terutama bagi warga yang baru kembali dari luar kota.

“Bagi warga yang baru pulang dari luar kota sering kali ada yang terserang demam berdarah. Jika merasakan gejala demam, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.
Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan para orang tua agar memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak. Saat ini, menurutnya, terdapat kasus campak yang ditandai dengan demam tinggi disertai munculnya bentol-bentol merah pada kulit.
“Untuk anak-anak juga saat ini ada yang mengalami campak, biasanya ditandai demam tinggi dan muncul bentol-bentol merah. Kami harap orang tua segera membawa anaknya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan,” tambahnya.
Dengan kesiapan layanan 24 jam tersebut, Puskesmas Karangmoncol berharap masyarakat tetap merasa aman dan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat selama masa libur Idul Fitri.
Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, istirahat cukup, dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan.
Pewarta: Nur S
Kepala Puskesmas Karangmoncol, Sutrisno, S.Kep. NS. MM menyampaikan hal tersebut saat ditemui awak media di ruang kerjanya. Ia menjelaskan bahwa selama bulan Ramadhan jumlah pasien yang datang berobat ke puskesmas cenderung mengalami penurunan.
“Di bulan Ramadhan ini biasanya pasien yang datang berobat memang sedikit menurun,” ujar Sutrisno.Namun demikian, menurutnya kondisi tersebut biasanya berubah setelah Hari Raya Idul Fitri. Pihaknya memperkirakan jumlah pasien akan kembali meningkat seiring dengan aktivitas masyarakat yang padat selama momentum Lebaran.
“Biasanya setelah Idul Fitri jumlah pasien meningkat. Hal ini sering terjadi karena masyarakat mengalami kelelahan setelah banyak aktivitas dan juga kurang istirahat,” jelasnya.
Selain itu, Sutrisno juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap sejumlah penyakit yang sering muncul pasca Lebaran, terutama bagi warga yang baru kembali dari luar kota.

Foto: Puskesmas Karangmoncol Purbalingga
Ia menyebutkan salah satu penyakit yang kerap terjadi adalah demam berdarah. Karena itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam tinggi.
“Bagi warga yang baru pulang dari luar kota sering kali ada yang terserang demam berdarah. Jika merasakan gejala demam, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.
Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan para orang tua agar memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak. Saat ini, menurutnya, terdapat kasus campak yang ditandai dengan demam tinggi disertai munculnya bentol-bentol merah pada kulit.
“Untuk anak-anak juga saat ini ada yang mengalami campak, biasanya ditandai demam tinggi dan muncul bentol-bentol merah. Kami harap orang tua segera membawa anaknya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan,” tambahnya.
Dengan kesiapan layanan 24 jam tersebut, Puskesmas Karangmoncol berharap masyarakat tetap merasa aman dan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat selama masa libur Idul Fitri.
Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, istirahat cukup, dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan.
Pewarta: Nur S
0 Komentar