BANJARNEGARA, WINews – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan santunan senilai Rp 440 juta kepada korban bencana tanah longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Penyerahan santunan dilakukan di Pendapa Dipayudha Adigraha pada Minggu (15/3/2026).
Santunan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono kepada para ahli waris korban meninggal dunia serta korban luka-luka akibat bencana longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
Agus Jabo menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana. Untuk korban meninggal dunia, masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp 15 juta, sementara korban luka-luka mendapat bantuan Rp 5 juta.
“Untuk korban meninggal dunia ada 28 orang yang masing-masing mendapatkan tali asih Rp 15 juta. Sedangkan korban luka-luka mendapatkan Rp 5 juta,” ujar Agus Jabo usai penyerahan santunan.
Selain bantuan santunan, pemerintah juga tengah memproses tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak sebelum nantinya dipindahkan ke hunian tetap.
“Pemerintah saat ini juga sedang membangun hunian sementara yang nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak,” tambahnya.
Tak hanya itu, Kemensos juga memberikan bantuan untuk kebutuhan isi rumah warga yang terdampak. Setiap rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta untuk membantu mengganti perabot yang rusak akibat bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo juga menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa hadir langsung di Banjarnegara.
Ia menjelaskan dalam beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah bencana di berbagai daerah, seperti di Majenang, Cilacap hingga wilayah di Sumatera.

“Intensitas bencana cukup luas di berbagai daerah. Alhamdulillah 0hari ini sebelum Lebaran kami bisa hadir dan menyalurkan santunan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap para korban bencana di wilayahnya.
“Ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Meski ada banyak bencana di daerah lain, Banjarnegara tidak dilupakan,” ungkapnya.
Salah satu korban longsor, Krisna, juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang telah diberikan pemerintah. Ia mengaku kondisi di lokasi bencana kini mulai membaik, meski dirinya masih tinggal sementara di rumah kerabatnya.
“Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Kondisi di sana sudah membaik, tapi sekarang saya masih tinggal di rumah saudara,” ujarnya.
Pewarta Nur s

0 Komentar