
TANGGAMUS, WINews – Kepemimpinan baru di sektor pendidikan Kabupaten Tanggamus mulai menunjukkan arah yang jelas. Sejak dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus pada 6 Maret 2026, Viktor Libradi HS, MH langsung bergerak melakukan berbagai langkah strategis guna mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat tata kelola yang bersih dan profesional.
Penunjukan Viktor berdasarkan Keputusan Bupati Tanggamus Nomor 800.1.3.3/644/45/2026 dinilai banyak pihak sebagai langkah tepat dalam memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan pendidikan. Dengan latar belakang akademik di bidang hukum serta pengalaman panjang dalam pemerintahan, Viktor membawa pendekatan yang menitikberatkan pada integritas, kepatuhan terhadap regulasi, dan pelayanan publik yang berorientasi pada hasil.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan daerah, mulai dari keterbatasan sarana-prasarana, peningkatan kualitas guru, hingga pemerataan akses pendidikan, Viktor hadir dengan visi yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Tanggamus.
Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang Daerah
Bagi Viktor Libradi, pendidikan bukan sekadar urusan administratif ataupun pencapaian angka statistik semata. Pendidikan merupakan investasi strategis yang menentukan masa depan daerah dalam jangka panjang.
Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas peserta didik, kesejahteraan tenaga pendidik, serta kemajuan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda.
“Kepercayaan yang diberikan kepada saya merupakan amanah besar. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki daya saing, serta tetap menjunjung nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Tanggamus,” ujarnya.
Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah program prioritas yang langsung menyentuh persoalan mendasar di lapangan.
Strategi Jemput Bola untuk Mendatangkan Dukungan Pemerintah Pusat
Salah satu perubahan signifikan yang dilakukan Viktor adalah mengubah pola kerja birokrasi yang selama ini cenderung menunggu menjadi lebih proaktif.
Ia mendorong seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk membangun komunikasi intensif dengan kementerian dan lembaga pemerintah pusat guna membuka peluang bantuan pendidikan, pembangunan infrastruktur sekolah, program peningkatan kompetensi guru, hingga berbagai skema pendanaan yang tersedia.
Menurutnya, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan pendidikan.
Pendekatan jemput bola tersebut diyakini dapat mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan membutuhkan perhatian khusus.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui berbagai program transformasi pendidikan yang terus berkembang.
Komitmen Membangun Pendidikan Bersih dan Bebas Pungutan Liar
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap transparansi layanan publik, Viktor mengambil sikap tegas terhadap segala bentuk praktik pungutan liar di lingkungan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang pembelajaran yang nyaman bagi peserta didik dan tidak boleh menjadi beban ekonomi tambahan bagi orang tua melalui pungutan yang tidak sesuai ketentuan.
Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan diperkuat, mulai dari tingkat dinas hingga satuan pendidikan.
Kebijakan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan karena dianggap mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan sekaligus memperkuat prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran dan program sekolah.
Pendidikan yang bersih, transparan, dan akuntabel dinilai menjadi syarat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.
Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sekolah
Selain fokus pada tata kelola, Viktor juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi fisik sekolah yang masih membutuhkan peningkatan.
Dalam sejumlah kunjungan lapangan, ia memilih melihat langsung kondisi sekolah daripada hanya menerima laporan di atas meja. Pendekatan ini memungkinkan berbagai persoalan teridentifikasi secara cepat dan memperoleh solusi yang lebih tepat sasaran.
Salah satu perhatian yang mencuat adalah kondisi bangunan SDN 1 Tanjung Raja yang membutuhkan penanganan segera. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan langsung melakukan langkah-langkah konkret, mulai dari pemenuhan kebutuhan pembelajaran hingga percepatan proses administrasi yang diperlukan untuk mendukung pembangunan.
Bagi Viktor, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.
Karena itu, peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan menjadi salah satu prioritas penting dalam mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang efektif.
Peningkatan Kompetensi Guru Menjadi Kunci Kemajuan Pendidikan
Di samping pembangunan fisik, Viktor menilai kualitas guru merupakan faktor paling menentukan dalam keberhasilan pendidikan.
Gedung sekolah yang megah tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa didukung tenaga pendidik yang profesional dan terus mengembangkan kompetensinya.
Atas dasar itu, berbagai program peningkatan kapasitas guru mulai didorong, termasuk pelatihan, pendampingan, penguatan kompetensi digital, serta pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan proses pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Membangun Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berbudaya
Lebih jauh, Viktor Libradi menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kualitas akademik.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai ujian atau prestasi akademik semata, tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam mengembangkan etika, tanggung jawab sosial, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Karena itu, pelestarian nilai-nilai budaya lokal menjadi salah satu elemen penting dalam arah kebijakan pendidikan yang sedang dibangun.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda Tanggamus yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat serta mampu menjadi agen pembangunan daerah di masa mendatang.
Optimisme Baru bagi Masa Depan Pendidikan Tanggamus
Seiring berbagai langkah yang mulai dijalankan, masyarakat Tanggamus kini memiliki harapan baru terhadap kemajuan sektor pendidikan.
Kepemimpinan yang berorientasi pada integritas, pelayanan publik, transparansi, dan hasil nyata menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Melalui strategi jemput bola, komitmen pemberantasan pungutan liar, pembangunan infrastruktur sekolah, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik, Viktor Libradi HS, MH berupaya meletakkan fondasi yang kuat bagi transformasi pendidikan Tanggamus.
Perjalanan menuju pendidikan yang berkualitas tentu membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, masyarakat, hingga insan pers. Namun dengan arah kebijakan yang jelas dan kerja nyata yang terus dilakukan, optimisme terhadap lahirnya generasi Tanggamus yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing semakin terbuka lebar.
Redaksi WINews
0 Komentar