Breaking News

Audio Reader
Speed:

Kapolres Seluma Tinjau Langsung Jembatan Air Paungan yang Rusak Parah, Akses Warga Terancam Lumpuh




SELUMA, WINews - Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, S.I.K., M.I.K., melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi Jembatan Air Paungan yang mengalami kerusakan berat di Desa Arang Sapat, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Senin (22/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sekaligus memastikan kondisi infrastruktur vital yang menjadi penghubung utama antara Desa Cawang dan Desa Arang Sapat.

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 WIB itu, Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Seluma, Kanit Intel Polsek Sukaraja, Bhabinkamtibmas Desa Arang Sapat, Kepala Desa Arang Sapat, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Kerusakan Jembatan Mencapai Lebih dari 70 Persen

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Jembatan Air Paungan yang memiliki panjang sekitar 20 meter, lebar 6 meter, dan ketinggian sekitar 27 meter dari dasar sungai, saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan.

Tingkat kerusakan jembatan diperkirakan telah mencapai lebih dari 70 persen. Sejumlah bagian konstruksi terlihat lapuk dan mengalami penurunan kualitas yang cukup signifikan sehingga membahayakan pengguna jalan.

Akibat kondisi tersebut, kendaraan roda empat (R4) mengalami kesulitan melintas. Sementara kendaraan roda dua (R2) masih dapat melewati jembatan, namun dengan risiko keselamatan yang cukup tinggi.

“Kerusakan yang terjadi sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera agar tidak menimbulkan korban maupun gangguan aktivitas masyarakat,” ungkap salah satu pihak yang hadir dalam pengecekan tersebut.

Diduga Akibat Truk Bermuatan Melebihi Tonase

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kerusakan Jembatan Air Paungan diduga disebabkan oleh tingginya intensitas kendaraan truk pengangkut material yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas atau tonase yang diizinkan.

Beban berlebih yang berlangsung dalam jangka waktu lama diduga mempercepat penurunan kualitas struktur jembatan hingga menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah bagian konstruksi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena jembatan tersebut merupakan akses penting yang menunjang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Lubuk Sandi.

Pemdes Sudah Ajukan Permohonan Jembatan Darurat

Kepala Desa Arang Sapat mengungkapkan bahwa pemerintah desa sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Seluma guna meminta pembangunan jembatan darurat (emergency bridge).

Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum mendapatkan tanggapan maupun tindak lanjut dari pihak terkait.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret mengingat kerusakan jembatan terus bertambah dan berpotensi mengisolasi sejumlah wilayah apabila tidak segera diperbaiki.

Akan Digelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Sebagai langkah lanjutan, Kapolres Seluma berencana memfasilitasi rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Seluma, Polres Seluma, Polsek Sukaraja, pemerintah desa, pemilik armada truk, serta tokoh masyarakat setempat.

Rapat tersebut bertujuan mencari solusi terbaik terkait penanganan kerusakan jembatan, pengaturan kendaraan bertonase besar, serta percepatan pembangunan jembatan darurat guna menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Keberadaan Jembatan Air Paungan dinilai sangat strategis bagi konektivitas antarwilayah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diperlukan agar persoalan infrastruktur ini dapat segera teratasi demi kepentingan bersama.

Pewarta: Marzuqi

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close