Breaking News

Audio Reader
Speed:

Kunjungi Untad, Wamendiktisaintek Harap Nalodo Research Center Jadi Pusat Kajian Kebencanaan Indonesia Timur




Palu, WINews – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mendorong Universitas Tadulako (Untad) untuk memperkuat perannya dalam pengembangan riset dan edukasi kebencanaan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Hal tersebut disampaikan Prof Fauzan saat melakukan kunjungan ke kampus Untad, Minggu (21/6/2026), untuk meninjau kondisi sejumlah fasilitas pascagempa sekaligus melihat perkembangan pembangunan Nalodo Research Center yang tengah dibangun di lingkungan kampus.

Dalam peninjauan tersebut, Prof Fauzan menilai kerusakan akibat gempa yang terjadi di kawasan Untad masih tergolong ringan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas konstruksi bangunan di masa mendatang.

“Kami melihat ada beberapa titik yang mengalami kerusakan ringan. Ini harus menjadi pelajaran berharga. Kerusakan yang terjadi dapat dijadikan referensi untuk memperbaiki struktur bangunan agar lebih tahan terhadap gempa,” ujarnya.

Menurut Prof Fauzan, kehadiran Nalodo Research Center memiliki nilai strategis karena tidak hanya mendukung aktivitas akademik di Untad, tetapi juga berpotensi menjadi pusat penelitian dan pembelajaran kebencanaan yang dapat dimanfaatkan oleh daerah-daerah rawan gempa.

Ia menjelaskan, fasilitas tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai kajian terkait karakteristik gempa bumi, termasuk memahami perbedaan dampak getaran vertikal dan horizontal yang memerlukan pendekatan mitigasi berbeda.

“Di Tadulako saya kira banyak pakar gempa yang bisa diandalkan. Ke depan hasil kajian dan penelitian dari sini, diharapkan dapat mengedukasi daerah-daerah yang memang berpotensi mengalami gempa,” katanya.

Selain penguatan riset, Prof Fauzan juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi kebencanaan kepada masyarakat sejak usia sekolah. Ia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana dan langkah mitigasinya.

“Edukasi kepada anak-anak sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA perlu segera dilakukan. Untad memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil bagian dalam upaya tersebut,” katanya.

Prof Fauzan juga mengingatkan bahwa hasil penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, penelitian tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah maupun prototipe semata.

“Riset harus berdampak. Jangan hanya berhenti pada jurnal atau prototipe. Hasil penelitian harus bisa dimanfaatkan masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi saat ini terus mendorong terbentuknya konsorsium antarperguruan tinggi guna memperkuat kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, serta pertukaran sumber daya dan pengalaman.

“Kalau perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat bisa bersinergi, maka kampus benar-benar menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr.sc.agr. Ir. Aiyen, M.Sc., mengungkapkan bahwa pembangunan Nalodo Research Center saat ini telah mencapai sekitar 65 persen secara fisik. Apabila memperhitungkan material yang sudah tersedia di lokasi, progres pembangunan mencapai 96 persen.

“Targetnya selesai sesuai jadwal pada Oktober tahun ini. Total anggaran pembangunan gedung sekitar Rp75 miliar dan itu belum termasuk pengadaan peralatan,” jelasnya.

Dr. Aiyen mengatakan, Nalodo Research Center mulai dirancang sejak tahun 2023 sebagai pusat penelitian gempa dan mitigasi bencana yang dapat digunakan bersama oleh para peneliti dari berbagai perguruan tinggi maupun lembaga riset.

Menurutnya, pusat riset tersebut juga akan difungsikan sebagai sarana edukasi publik. Masyarakat umum maupun pelajar nantinya dapat mempelajari fenomena gempa melalui berbagai fasilitas simulasi dan pembelajaran yang tersedia.

“Kami ingin pusat riset ini tidak hanya melayani kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat agar lebih siap menghadapi bencana,” ujarnya.

Ia optimistis Nalodo Research Center dapat berkembang menjadi salah satu pusat unggulan kebencanaan di Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi Untad dalam pengembangan ilmu pengetahuan, mitigasi bencana, serta kerja sama penelitian di tingkat nasional maupun internasional.

Pewarta: Junaidi

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close