CILACAP, WINews – Proyek perbaikan ruas Jalan Raya Nasional yang menghubungkan Kabupaten Cilacap dengan wilayah Sidareja menjadi sorotan masyarakat setelah ditemukan banyak sisa kerikil dan material perbaikan yang masih berserakan di badan jalan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan dan memicu kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan hasil pemantauan tim kontrol sosial pada Minggu (21/6/2026), sejumlah titik di jalur nasional tersebut masih dipenuhi kerikil yang belum dibersihkan secara optimal pasca-pekerjaan perbaikan jalan. Material yang tertinggal tidak hanya berada di badan jalan, tetapi juga tersebar di bahu jalan yang kerap digunakan pengendara untuk berhenti atau menghindari kendaraan lain.
Titik Rawan Berada di Kawasan Bantarsari
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di depan area bekas garasi, gudang, dan tempat pemberhentian Bus Karya Sari di wilayah Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Di lokasi tersebut, kerikil sisa pekerjaan tampak menutupi sebagian permukaan jalan sehingga menimbulkan kondisi jalan yang kurang aman bagi pengendara.
Ruas jalan ini merupakan jalur strategis yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan, baik sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan angkutan barang, maupun kendaraan umum. Selain itu, jalur tersebut juga menjadi akses utama bagi pelajar, pekerja, pedagang, dan masyarakat yang beraktivitas di sepanjang koridor Gandrungmangu hingga Sidareja.

Keberadaan kerikil yang bertaburan di jalan berpotensi mengurangi daya cengkeram ban kendaraan terhadap permukaan aspal, terutama bagi pengendara roda dua yang paling rentan mengalami selip atau kehilangan kendali.
Keselamatan Pengguna Jalan Harus Menjadi Prioritas
Masyarakat menilai bahwa pekerjaan perbaikan jalan tidak hanya berfokus pada pemasangan material atau pelapisan aspal semata, tetapi juga harus memastikan area pekerjaan benar-benar aman sebelum digunakan kembali oleh masyarakat.
Sebagai jalan nasional yang menjadi urat nadi konektivitas antarwilayah di bagian selatan Jawa Tengah, kualitas pengerjaan dan standar keselamatan pasca-perbaikan menjadi faktor yang sangat penting.
Reporter Rival menegaskan bahwa instansi terkait perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan pekerjaan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Kami meminta UPT Sidareja, UPT Jeruklegi, UPT Kabupaten maupun UPT Provinsi untuk segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah perbaikan. Pekerjaan jalan tidak berhenti saat material selesai dipasang. Pembersihan sisa kerikil dan penataan area kerja merupakan bagian penting yang harus dilakukan demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Warga Minta Penanganan Cepat
Warga sekitar berharap pihak berwenang segera melakukan pembersihan terhadap sisa material yang masih berserakan di sepanjang ruas jalan tersebut. Mereka khawatir kondisi ini dapat memicu kecelakaan, terutama saat arus lalu lintas sedang padat atau ketika cuaca kurang mendukung.
Menurut sejumlah pengguna jalan, kerikil yang tersebar di permukaan aspal sangat berisiko menyebabkan sepeda motor tergelincir, khususnya saat kendaraan melaju dengan kecepatan menengah hingga tinggi.
Selain membahayakan pengendara, kondisi tersebut juga dapat mengurangi kenyamanan pengguna jalan dan berpotensi merusak citra pelayanan infrastruktur publik apabila tidak segera ditangani.

Perlu Pengawasan dan Standar Keselamatan yang Ketat
Pengamat infrastruktur menilai bahwa setiap proyek pemeliharaan maupun perbaikan jalan harus menerapkan standar keselamatan kerja yang ketat, termasuk pembersihan area proyek sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.
Langkah tersebut penting untuk memastikan manfaat perbaikan jalan benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan risiko baru bagi keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat berharap adanya respons cepat dari instansi terkait agar ruas Jalan Nasional Cilacap–Sidareja kembali aman, nyaman, dan layak dilalui. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan infrastruktur, terlebih pada jalur strategis yang menjadi penghubung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat setiap hari.
WINews akan terus memantau perkembangan penanganan kondisi tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Reporter: Rival
Penulis: Marjuki Wiono
Editor: WINews Redaksi

0 Komentar