Breaking News

Audio Reader
Speed:

Untad dan Kampus se-Sulteng Bentuk Konsorsium Kebencanaan, Disaksikan Wamendiktisaintek

 


Palu, WINews – Perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tengah mendeklarasikan pembentukan Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana dalam kegiatan yang digelar di Universitas Tadulako (Untad), Palu, Senin (22/6/2026). Deklarasi tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Fauzan, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, serta pimpinan perguruan tinggi se-Sulawesi Tengah.

Pembentukan konsorsium tersebut menjadi langkah bersama perguruan tinggi dalam memperkuat kolaborasi riset, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan bencana alam.

Dalam arahannya, Wamendiktisaintek Prof. Fauzan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata melalui riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Ia menilai Sulawesi Tengah memiliki pengalaman penting dalam menghadapi berbagai bencana besar, sehingga memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pengembangan pengetahuan dan praktik kebencanaan yang dapat menjadi rujukan bagi daerah lain.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, ST., MT., M.Sc., menyambut baik terbentuknya konsorsium tersebut. Menurutnya, kehadiran Wamendiktisaintek di Kampus Bumi Tadulako menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Andi Rusdin menjelaskan bahwa Untad saat ini mengelola 11 fakultas, satu sekolah pascasarjana, dan dua Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang tersebar di Morowali dan Tojo Una-Una. Dengan 103 program studi dan sekitar 50 ribu mahasiswa aktif, Untad terus memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan dan riset yang berdaya saing.


Ia juga menegaskan komitmen Untad dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas, termasuk melalui berbagai program beasiswa yang saat ini dinikmati hampir 40 persen mahasiswanya.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menghasilkan kebijakan dan langkah-langkah pembangunan yang lebih adaptif terhadap risiko bencana maupun perubahan iklim.

Deklarasi Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas kampus dalam menghasilkan riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat. Selain itu, konsorsium ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya program-program pengabdian yang lebih terintegrasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.


Pewarta: Junaidi 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close