اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
WartaIndonesiaNews.co.id, Opini - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, suasana khidmat dan penuh haru terlihat dalam kegiatan ziarah kubur yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada para orang tua serta pendahulu yang telah wafat.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, para peziarah tampak memanjatkan doa, membaca tahlil, serta menaburkan bunga di atas pusara keluarga dan tokoh yang telah mendahului. Wajah-wajah yang tertunduk dan tangan yang terangkat menjadi gambaran ketulusan doa yang dipanjatkan.
Keutamaan Ziarah Kubur Menjelang Ramadan
Rasulullah ﷺ bersabda:"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena itu dapat mengingatkan kalian kepada akhirat." (HR. Muslim)
Ziarah kubur bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai spiritual yang mendalam. Dengan mengingat kematian, hati menjadi lebih lembut, kesombongan luluh, dan semangat memperbaiki diri semakin kuat.
KH. Maimun Zubair (alm.) pernah menyampaikan bahwa menjelang Ramadan, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan doa, termasuk mendoakan orang tua yang telah wafat. Menurut beliau, doa anak saleh merupakan hadiah paling berharga bagi orang tua di alam kubur.
Senada dengan itu, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) juga menekankan bahwa Ramadan adalah bulan pembersihan jiwa. Membersihkan hati dari dendam, memohon ampun kepada Allah, serta mendoakan orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan kita menjadi bagian dari persiapan spiritual menyambut bulan suci.
Momentum Mengingat Jasa Pendahulu
Kegiatan ziarah ini menjadi pengingat bahwa keberadaan kita hari ini tidak lepas dari perjuangan dan doa para pendahulu. Orang tua, guru, dan para tokoh yang telah wafat meninggalkan warisan nilai, akhlak, dan perjuangan yang patut diteruskan.
Menjelang Ramadan 2026 ini, semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur kembali terasa kuat. Tradisi ini bukan hanya ritual tahunan, tetapi refleksi iman dan wujud rasa syukur atas nikmat kehidupan.
Dengan hati yang lebih bersih dan penuh kesadaran akan kefanaan dunia, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan spiritual yang lebih matang.
Semoga doa-doa yang dipanjatkan diterima Allah SWT, dosa-dosa diampuni, dan kita semua diberi kesempatan untuk bertemu Ramadan dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Tidak ada komentar:
Posting Komentar